Ber-Jilbab Bukan Alasan Untuk Tidak Ber-Helm

Posted: Juli 21, 2013 in hobi, pengalaman, sekitar

Assalamu’alaykum kawan 😀

Banyak orang beranggapan waktu pakai helm itu “ketat” atau “nge-press kepala” walaupun sebenarnya ada ukuran yang lebih besar. Tapi, ukuran besar malah jadi aneh kalo dirasa,posisi helm bisa berubah-ubah karena getaran saat mengemudi. maka dari itu banyak orang yang susah jika disuruh mengenakan helm.
Itu adalah hal yang umum dialami oleh sebagian dari kita. Lalu hal itu biasa menjadi ganjalan bagi para wanita ber-hijab aka jilbab. Dimulai dengan alasan takut siputnya rusak, kainnya kusut, pengap, keringetan, bau, dan lain-lain. Itulah alasan mereka enggan / susah disuruh mengenakan helm. :/
sebenarnya kalau mereka sadar akan pentingnya fungsi helm, mereka akan memutar otak seperti teman di facebook saya ini, dia wanita berjilbab & sehari-hari mengemudikan motor batangan garpu tala, yaitu Scorpio Z. Ditambah lagi helmnya fullface loh, salut deh mbak :mrgreen:

jilbab1
si mbaknya bilang “kalau sadar diri (pada keamanan / keselamatan) ya pake helm fullface. Pandangan emang cuma sedikit, tapi kalo bukan fullface perlindungannya kurang. Pake fullface aja muka bisa kotor apalagi bukan fullface?”
Lalu dari obrolan singkat via facebook ada sedikit tips dari mbaknya buat wanita berjilbab yang mau memakai helm fullface. Berikut tipsnya :
1. Jika rambut mbaksis panjang, ikatan rambutnya usahakan yang tidah menimbulkan “jendolan” seperti konde. Alternatifnya bisa dikuncir satu. Cara ini untuk mempermudah masuknya kepala ke helm dan jika rambutnya seperti ini, kepala tidak terganjal rambut (terdorong agak ke depan)
2. Helm yang pas sesuai ukuran kepala (kalau bisa longgar sedikit).
3. Cara memasukan kepala ke helm ke kepala. Disini banyak sekali orang yang keliru saat coba memakai helm fullface. Ketika helm sudah ada diatas kepala, orang lebih cenderung memegang pipi helm lalu menariknya kebawah, sehingga efeknya si pipi helm tertekan. Apabila kepasa sampai masuk helm, pasti akan terasa sakit di kulit sekitar. Lalu cara yang benar adalah tali sabuk helm ditarik ke arah sisi luar pipi helm, lalu kaca helm menghadap ke bawah sembari mengarahkan lubang helm ke dahi, setelah masuk dahi, tegakkan / naikan arah hadap kaca helm ke depan sambil masih menarik sabuk helm, lalu tarik ke bawah. Dijamin mudah & bebas sakit.
4. Melepas helm pun ada tekhniknya, yaitu tips no. 3 dilakukan dari belakang :p

lady biker

wajah mbaknya :mrgreen:
facebook : Ayyank Octa Pio Rider

sedikit tips dari saya
– jika ingin terbebas dari keringat yang bikin helm bau usahakan cari helm fullface yang ventilasinya bagus / lancar
– kalau sudah terlanjur punya yang seadanya, kaca helm bisa sedikit diangkat sekitar 1.5-2 cm dari atas bibir bawah kaca helm. Ini bisa memperlancar udara yang masuk.
-lalu apabila mbaksis lebih suka ikatan rambut yang “njendol”, lebih cocok pakai open face.

Apapun helm & gayanya, yang penting masih layak pakai, SNI & sabuk helm jangan lupa disambungkan sampai bunyi “klik” ya kawan semua 😀
inget, kalo udah urusan sama sepeda motor, helm itu wajib 🙂

sekian dari saya, semoga bermanfaat… 🙂

salam garis merah, wassalamu’alaykum 😀

Iklan
Komentar
  1. dhanicsetio berkata:

    mantanku biyen..paling angel dikongkon fawe helm *inga dudu helm liane lhoo 😆

  2. puguh05 berkata:

    mantanku dulu……. #lupakalonggakpunya mantan :mrgreen:

  3. yogieza berkata:

    jiahhh,cewek aja pake motor batangan,ngeri tenannn 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s